Showing posts with label investasi. Show all posts
Showing posts with label investasi. Show all posts

Wednesday, 30 October 2013

http://us.images.detik.com/content/2013/10/30/4/halal1.jpg



Berapa biaya yang harus dikeluarkan dunia usaha untuk mendapatkan sebuah sertifikat produk halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan sebuah sertifikat produk halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mahal.

"Biayanya Rp 0 hingga Rp 5 juta/kelompok produk. Pembiayaan dinilai berdasarkan tingkat kesulitan produksi dan besar kecilnya perusahaan," ungkap Lukman kepada media di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Pengusaha juga berkesempatan tidak mengeluarkan biaya sama sekali alias gratis untuk mendapatkan sertifikat produk halal MUI. Asalkan mendapatkan subsidi dari kementerian tertentu.

"Rp 0 kalau disubsidi dari APBN, tetapi ini jumlahnya terbatas," imbuhnya.

Menurutnya tren dunia usaha untuk mendapatkan sertifikat halal MUI meningkat setiap tahunnya. Selama 2 tahun terakhir, terjadi peningkatan hingga 125%.

"Kesadaran para pengusaha meningkat. Dua tahun terakhir ini 125% peningkatannya," cetusnya.

Sebagai catatan, tahun 2011 jumlah sertifikat halal yang diterbitkan MUI sebanyak 650 lembar dengan jumlah produk 26.413 dari 623 perusahaan.

Lalu pada tahun 2012 mencapai 653 sertifikat halal yang dikeluarkan atas 19.830 produk dari 626 perusahaan. Sedangkan di tahun 2013 jumlah sertifikat yang dikeluarkan sebanyak 1.072 lembar untuk 24.380 produk dari 557 perusahaan.

sumber

kesadaran penguhasa mulai meningkat hal ini mungkin disadari oleh mereka mengingat indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim yang banyak agar tidak menimbulkan keraguan.

Biaya Sertifikat Produk Halal MUI dari Gratis Hingga Rp 5 Juta

Sunday, 13 October 2013

JAKARTA - Indonesia semakin mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat global sebagai tempat yang menarik untuk melakukan bisnis.

Buktinya, banyak peluang investasi dari asing yang diterima oleh Indonesia baik dalam bentuk joint venture hingga peluang perdagangan.

"Untuk itu Kadin Indonesia terus mendorong upaya peningkatan investasi asing melalui pola kemitraan strategis yang menguntungkan. Dengan berbagai forum bisnis yang terselenggara, semoga bisa memajukan ekonomi dan hubungan baik di antara negara," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (12/10/2013).

Dengan adanya investor yang masuk, lanjut dia, Indonesia juga harus bisa mendorong sektor perdagangannya. Karena, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar Asean saat ini belum menjadi negara dengan ekspor terbesar Asean. Tentu hal ini terlihat dari kondisi perdagangan di antara Asean dengan Uni Eropa, Asean dengan China, Asean dengan Jepang, tidak terkecuali Asean dengan Korea Selatan.

"Indonesia belum menjadi negara dengan ekspor terbesar di Asean padahal Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan ini," tutupnya

Sumber

Indonesia merupakan pangsa pasar yang bagus untuk melakukan investasi hal ini terbukti dengan banyaknya investor asing yang semakin banyak bermunculan. Bagi indonesia, hal itu juga menguntungkan sebab pajak yang diperoleh dari investor asing tersebut.

Masyarakat Global Kian Terpikat Indonesia